Kamis, 14 Februari 2013

File System Dalam Linux

Kok di Linux ga ada .exe , .dll, .com? Trus drive C, D kemana? 

Don't panic, it's not Windows!!

Untuk memahami File System di Linux, marilah kita simak penjelasan dibawah i
ni:
 
1. Direktori / Partisi

Filesytem di dalam Linux sebenarnya ada persamaan dengan Windows, misalnya kedua OS ( Operating System ) ini sama-sama mengenai istilah ‘root directory’. Di dalam Windows tidak terdapat direktori bernama ‘root’, tapi sebenarnya yang dimaksud dengan root direktori dalam Windows adalah ketika user berada dalam prompt C:/. Root direktori ini adalah tempat awal dimana nantinya semua direktori akan bercabang.
 
2. Linux Tidak Mengenal ‘Drive C, Drive D’ Dll

Disinilah perbedaan cara organisasi file dari Linux. Kita bisa katakan bahwa /etc, /boot, dll itu adalah ‘partisi’ seperti yang dikenal dalam Windows (walaupun tidak sama persis. Sebab Windows hanya mengenal 1 partisi utama dan partisi extended. Sedangkan di dalam Linux kita bisa membuat direktori atau partisi itu sangat banyak). Jadi /etc, /boot, /home itu bisa dikatakan sebagai partisi, tetapi jangan mengunci dalam pengertian filesystem Windows.

Sebenarnya kita bisa saja membuat direktori bernama ‘C’ atau ‘D’, tapi hal ini tidak ada gunanya atau hubungannya dengan organisasi file/direktori dalam Linux.
Dalam Linux, file-file dikelompokkan lebih berdasarkan fungsi, jadi misalnya: semua file konfigurasi akan berada dalam direktori /etc. Sedangkan Windows menggolongkan file berdasarkan Program, Misalnya program WinZip, maka boleh dibilang semua file program WinZip akan berada dalam direktori C:/Program Files/Winzip (kecuali bila diinstall dalam direktori lain).

3. Penamaan File

Sistem penamaan file di dalam Linux lebih fleksibel. Dalam artian, tidak semua file memerlukan extension seperti halnya di dalam Windows. Jadi tidak akan ditemukan file berextension ‘exe’ atau ‘com’ di dalam Linux. File-file aplikasi di Linux tidak memerlukan extension. Extension file dalam Linux hanya berguna untuk menandakan apa fungsi dari file itu, misalnya extension ‘conf’ untuk file konfigurasi (misalnya: named.conf), extension ’sh’ untuk file script.

4. Device = Nama File

Satu lagi yang menarik dari Linux. Device-device seperti floppy disk, harddisk, CDROM, modem, dll, ditulis dalam bentuk sebuah file. Device ?device tersebut dapat dilihat dalam direktori /dev/ (device).

4. Daftar Direktori Dalam Linux

Seluruh informasi yang tersimpan dalam Linux berada pada sebuah struktur file. Sistem file yang tersusun dalam direktori-direktori
yang menyerupai struktur tree (seperti pohon dengan akar berada diatas dan cabang dibawah).

1. / - Root

-Setiap file tunggal dan direktori dimulai dari direktori root.
-Hanya root user yang memiliki hak privilege write pad direktori ini.
-/ root adalah direktori home bagi root user, yang tidak sama dengan /.



2. / bin - User Binaries

-Berisi binary executable.
-Command linux yg perlu menggunakan single-user mode terletak di bawah direktori ini.
-Command linux yang digunakan oleh semua pengguna sistem terletak di sini.
-Sebagai contoh: ps, ls, ping, grep, cp.



3. / sbin - System Binaries

-Sama seperti / bin, / sbin juga berisi binary executable.
-Tapi, perintah linux yang terletak di bawah direktori ini yang digunakan biasanya dengan aministrator sistem, untuk tujuan pemeliharaan sistem.
-Sebagai contoh: iptables, reboot, fdisk, ifconfig, swapon



4. /etc – Configuration Files

-Berisi file-file konfigurasi yang dibutuhkan oleh semua program.
-Direktori ini juga berisi shell script startup dan shutdown yang digunakan untuk start/stop program individu.
-Sebagai contoh: /etc/resolv.conf, /etc/logrotate.conf



5. /dev – Device Files

-Berisi file device.
-Ini termasuk perangkat terminal, usb, atau perangkat yang melekat pada sistem.
-Sebagai contoh: /dev/tty1, /dev/usbmon0



6. /proc – Process Information

-Berisi informasi tentang proses sistem.
-Direktori inii adalah filesystem pseudo yang berisi informasi tentang running process. Sebagai contoh: /proc/{pid} direktori berisi informasi tentang proses dengan pid tertentu.
-Ini adalah virtual filesystem dengan informasi teks tentang sistem resource. Sebagai contoh: /proc/uptime



7. /var – Variable Files

-var singkatan untuk file variabel.
-Isi dari file yang diperkirakan akan grow dapat ditemukan di bawah direktori ini.
-Direktori ini berisi - file log sistem (/var/log); paket dan file database (/var/lib); email (/var /mail); print queues (/var/spool); mengunci file (/var/lock); file temp yang dibutuhkan reboot (/var/tmp);



8. /tmp – Temporary Files

-Direktori yang berisi file sementara yang dibuat oleh sistem dan pengguna.
-File di bawah direktori ini akan dihapus ketika sistem reboot.



9. /usr – User Programs

-Berisi binaries, libraries, documentation, dan source-code untuk program level kedua.
-/usr/bin berisi file binary untuk user program. Jika kita gk dapat menemukan binary user pada /bin, bisa d'lihat pada /usr/bin. Sebagai contoh: at, awk, cc, less, scp
-/usr/sbin berisi file binary untuk sysadmin. Jika kita gk dapat menemukan sistem binary pada /sbin, bisa d'lihat pada /usr/sbin. Sebagai contoh: ATD, cron, sshd, useradd, userdel
-/usr/lib berisi library untuk /usr/bin dan /usr/sbin
-/usr/local berisi program-program user yang d'install dari source. Sebagai contoh, ketika menginstal apache dari source,ada pada / usr/local/apache2



10. /home – Home Directories

-Home direktori untuk semua pengguna untuk menyimpan file pribadi mereka.
-Sebagai contoh: /home/IBTeam, /home/deprito



11. /boot – Boot Loader Files

-Berisi file boot loader terkait.
-Kernel Initrd, vmlinux, file grub ditempatkan pada /boot
-Sebagai contoh: initrd.img-2.6.39-24-generic, vmlinuz-2.6.39-24-generic



12. /lib – System Libraries

-Berisi file-file library yang mendukung binaries pada /bin dan /sbin
-Nama file library seperti ld* or lib*.so.*
-Sebagai contoh: ld-2.11.1.so, libncurses.so.5.7



13. /opt – Optional add-on Applications

-opt singkatan dari optional.
-Berisi aplikasi add-on dari vendor masing-masing.
-aplikasi add-on biasa-ny terinstall pada /opt/ atau /opt/sub-direktori.



14. /mnt – Mount Directory

-Direktori temporary mount dimana sysadmin dapat me-mount filesystem.

15. /media – Removable Media Devices

-Direktori temporary mount untuk device removable.
-Sebagai contoh, /media/cdrom untuk CD-ROM; /media/floppy untuk floppy drive, /media/cdrecorder untuk CD writer



16. /srv – Service Data


-srv singkatandari service.
-Berisi data server tertentu dari data yang terkait.
-Sebagai contoh, /srv/cvs berisi data CVS terkait.




Sebagian isi diambil dari sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar